IPDN Jatinangor butuh tumbal tahunan, kenapa?
Aku nggak habis pikir kenapa di sekolah yg bertujuan mencetak aparatur negara itu penuh dgn aroma kekerasan. Ya IPDN di Jatinagor itu sepertinya menjadi pusat keliaran dan kebrutalan.
Lha kok bisa kayak gitu ya? Njuk gimana nanti kalau mereka jadi aparat negara, apa rakyatnya juga mau dipukulin ditendang dan dicaci maki? Apa ndak sedikitpun terlintas bahwa IPDN itu dibiayai oleh pajak?
Ya memang, membicarakan IPDN memang bisa menimbulkan respon reaktif. Di kantor-kantor, dikampung, di kota-kota (demonstrasi di solo, misalnya) menggambarkan masyarakat seperti terhenyak. Padahal, kematian Cliff Muntu itu bukan pertama. Coba saja ketik di Google dgn kata IPDN, pasti akan ditemui banyak peristiwa yg di dominasi kekerasan!. Apakah ini membuat bangga para pembayar pajak?
Kenapa sih siswa IPDN ini suka kekerasan? Bukankah semestinya di suatu Institut mereka seharusnya mengagungkan tradisi dan kultur akedemis?
Tampaknya di IPDN ada hirarki struktural bahwa senior merupakan penguasa atas junior. Junior mutlak menghormati senior. Dan karenanya, para senior bebas ‘membina’ junior. Meski status ‘pembina’ para senior ini syahdan telah di copot semenjak berubah dari STPDN menjadi IPDN, namun spirit ‘pembinaan’ ini masih (dibiarkan) hidup sampai kini. Aneh…
Jika demikian selama ini tampaknya ada ‘spirit’ yg salah dalam sistem IPDN itu. Sistem pengajaran, pola sosial dan hubungan antar komponen sudah berantakan tanpa disadari.
Para senior menggunakan kekerasan, menumbuhkan ketakutan, ancaman, intimidasi, intrik dan berbagai cara utk melanggengkan kekuasaan, pemuas haus rasa hormat, dan juga kepuasan batin menyaksikan kesengsaraan para junior. Aneh…
Apa yg hendak dicapai? Apakah ingin berlindung dgn jargon ‘Kedisiplinan’?
Kalau ingin mencetak kader yg disiplin toh bisa dilakukan tanpa perlu dgn cara kekerasaan dan tebaran ketakutan.
Ada rasa kebersamaan ketika ‘menutupi kasus-kematian karena kekerasan’. Ada yg aksi tutup mulut, ada yg menyatakan tidak tahu, ada juga yg memberikan keterangan palsu. Aneh.. Apa yg ada dibenak para komponen IPDN dgn sikap seperti itu? Tidakkah mereka menyadari bhw ada hukum negara yg mesti di ikuti? Kenapa menipu aparat dan masyarakat?
Apakah dosen dan rektor tidak tahu perilaku kekerasan yg dilakukan para siswa dan juga mencuri-curi waktu malam? Tentu bohong bila mereka samasekali tidak menyadari tindak kebrutalan para siswa. Sangat mudah mengawasi suatu komunitas dalam area yg terbatas (barak). Dan juga gampang sekali mengorek keterangan dari para siswa atas berbagai kejadian. Maka kemungkinan paling logis adalah adanya hubungan simbiosis mutualisma atau komensalisma.
Sistem seperti IPDN itu sudah menjadi lingkaran setan. Para junior itu pun kelak juga akan melakukan kebrutalan menirukan pendahulunya. Dan para dosen muda juga akan lalai seperti halnya para pendahulunya.
Njuk enaknya gimana, kok ruwet begini?
Kalau dirasa-rasakan, aku lebih cenderung dgn usulan utk membubarkan IPDN itu. Toh masih banyak lulusan FISIPOL dari berbagai Universitas Ternama.
Bagaimana menurut anda?
Kukuh TW berkata,
April 9, 2007 pada 12:04 pm
aksi blogger berdemo membubarkan IPDN
ayo prens…kita demo membubarkan IPDN, caranya kirimkan photo-photo
demonstrasi dengan topik pembubaran IPDN, kirim dan lihat hasilnya di
http://demo.kukuhtw.com/ipdn/
alki nawai berkata,
Januari 14, 2010 pada 4:05 pm
ada tiga pilar di dalam negara yaitu Pertahanan (AKMIL), Keamanan (AKPOL) dan Pemerintahan (IPDN)…
tesa boing berkata,
Januari 31, 2011 pada 9:20 am
ga usah banyak mulut.
kalian ngiri ya ? kalau ga tau tntang ipdn ga usah komen2 ga jlas !
ipdn uda berubah total ga ada kekerasan sama sekali.
kalau mau bukti masuk aja ke ipdn,tp kalau kalian mampu msuk ipdn.
tesa boing berkata,
Januari 31, 2011 pada 9:23 am
maaf salah ,seharusnya komentar ini buat si kukuh TW
Irfan Boedak DoeMay berkata,
Juli 14, 2011 pada 8:28 pm
seharusnya IPDN itu tdak hrus dgn kekerasan…
senior IPDN klu mau nujukin keberaniannya jgn sama juniornya, di ring tinju sana..
bkan berarti junior tu tkut sama senior, sorry2 aja klu tkut..
jelasnggak berkata,
April 1, 2008 pada 3:02 am
IPDN =
I = Ikatan
P=Pembuang uang pajak rakyat
D=dan patut
N=dibubarkan oleh Negara!
Hanya orang bodoh yang mau masuk IPDN.
sekolah preman, yang mendidik mhsnya jadi preman…
Otak kosong, otot besar… itulah semboyan IPDN
ha ha ha..
Kenapa (menghela napas panjang dan geleng2 kepala.)…. belum juga dibubarin tuh sekolahan….
gorby berkata,
Januari 14, 2010 pada 4:12 pm
lo gak tau hidup disitu banyak filosofinya….
jelasnggak berkata,
April 1, 2008 pada 3:04 am
Untuk lebih jelas,
lihat di youtube dotcom..
ketik
“IPDN” di kotak SEARCH, maka kalian akan menemukan/melihat bentuk2 kePREMANan (yang menurut saya = kemerosotan moral) dari IPDN .
salam
yayun berkata,
Juli 3, 2010 pada 12:44 pm
jangan mnilai ipdn Negatif
ato jgn2 qm gagaL y msuk ipdn truz qm maki2 ipdn
g gantle bgd loe
sportif d0onk
pirate berkata,
Desember 21, 2008 pada 10:14 pm
jangan sok tau… liat dari emua sisi lo cm bisa hina orang…
diril o sempurna??
jgn asbun berkata,
April 5, 2009 pada 11:14 am
gak smw yg kalian denger itu bener…kalian g taw stuasi dan kondisi d ipdn dan dgn keadaan praja2 dsana…menghakimi org sperti diri’a sndr j yg paling bnar…mrk jg msh pnya hati nurani,termasuk kdp junior’a…mrk yg mngurus junior2′a,emg sapa yg mw bantu kl mrk kesusahan krn jauh dr daerah?bkn kalian2 yang seenak’a ngom tnpa mkir kan???saya tdk membela sapa2 tp saya melihat scr netral apa yang sdh saya lht sndr…bkn dr mulut ke mulut sprti membicarakan brta infotaintmen…mngkin ad bbrp yg dr mrk sprti itu,ttp ttap sja qta tk bs mnyamaratakan mrk smw kan?!hanya org2 yg berpikiran cetek yg brpikir sprti itu…berpkr maju kawan…
siap tempur berkata,
Februari 3, 2010 pada 4:02 am
klo hx bsa mlakukan kekerasan d dlm kampus itu banci. ayo tunjukkan jiwa kpremanan mu d luar. bxk yg nunggu tuh low cma mo brantem.
lebih terhormat preman yg mlakukan kekerasan di kampung kampung…,,
kampus itu tmpt mngnmbangkan pola pikir yg efektif..,,
bkan tmpt mlakukan kekerasan…
klo mg mo adu otot,, kta tggu..,,
cri popularitas ko lwt yg begituan,, . klo mo exist jng lebay pliiiissss
puky berkata,
April 14, 2009 pada 10:20 am
Ipdn tidak usah dibubarkan,yang penting di dalam sistemnya harus terbuka dan diketahui masyarakat banyak dan aparat
Aku berkata,
Mei 2, 2009 pada 8:07 am
Setuju! Jgn d bubarin! Tp d benahin aj siste asah,asih dan asuhnya..
Dan lbh transparan tentunya..
Itu Lembaga d bwh naungan depdagri..
So,ketransparanannya jg mesti ada..
Jgn ad yg d tutup2i..
Ga semua praja ipdn tu otak kosong & otot besar..
Mereka pinter2 kok..
Jgn menilai dr 1 sisi aj..
Tgs pengajar dan praja ipdn skg adalah mengubah paradigma masyarakat ttg ipdn yg ud trlanjur buruk d mata masyarakat!
Ibaratnya dlm humas,semua komponen ipdn mnjd PRO (Public Relation Officer) tgsx memperbaiki citra ipdn
kampungan berkata,
Mei 10, 2009 pada 3:41 pm
jangan dibubarin geh gw kan mau masuk situ tapi kalo gw g masuk yawdah ga paapa dibubarin aja.
ngacir berkata,
Mei 12, 2009 pada 2:38 pm
pliiiizzzzz jagn dbubarin q pengen masuk
angel berkata,
Juni 11, 2009 pada 3:20 pm
kalian tw apa tentang kami?
liat sendiri dulu dong…
ni juga…
blogger asal-asalan aja…
gw tw sbnrnya kalian iri kan ma kamii…
kami yang d fasilitasi oleh negara..
sedangkan kalian harus bayar per semesternya…
kami ini g asalan masuk ke lembah manglayang tercinta ini…
kami ini adalah putra-putri pilihan dari daeah kami masing-masing…
tolong ralat la bro….
qweqweewr berkata,
Oktober 7, 2009 pada 2:48 pm
inilah susahnya menyembuhkan orang yang sudah dicuci otak.
kasus yg serupa juga terjadi akhir2 ini kan?
suka ini ?
angel berkata,
Juni 11, 2009 pada 3:24 pm
liat dulu sendiri ma mata kepala kalian..baru bicara,,jangan asal ngomong aja,,
mreka adalah putra-putri pilihan dari daerah mereka masing-masing,,
g gampang masuk k ipdn
dari sekian ratus ribu praja yang ingin masuk k ipdn,,,membuktikan bahwa ipdn banyak peminatnya………..
atw mungkin kalian iri dengan mereka….
qweqweewr berkata,
Oktober 7, 2009 pada 2:50 pm
salam dari tahun 2012
tari berkata,
Juni 26, 2009 pada 10:29 am
apa pun gosip ato rumor yg beredar ttg IPDN,gak m’hambt langkahku dan niatku untuk m’dftr dan masuk d IPDN!!
Ayu berkata,
Juli 31, 2009 pada 10:15 am
Bener,, kalian2 y btw se’enk nya gt,, gk tau u2k prkara nya.
Semua ank2 IPDN mnrt q adalh putra-putri pilihan yang tebaik y mewakili daerah nya msng2,,
So bg2 org2 yg asbun aja,, jgn asl ngejudge aja yah,,
IPDN cayo !!! Jgn dgrin kt2 org yg asbun itu,, tetep smangat selalu, ok !!!!!!
Mg ja q lu2s msk sna thn ni,, Amin…
Cz its my dream….
qweqweewr berkata,
Oktober 7, 2009 pada 2:51 pm
kamu terbaik? bisa baca ini “” ? kalau ga bisa berarti bukan terbaik..
gorby berkata,
Januari 14, 2010 pada 4:21 pm
jangan asal asbun! dengan ujian dan cobaan yang dihadapi dan dengan kebisuan, membuktikan bahwa mereka adalah kader yang kuat, tegar, dan gak pernah ngeluh… beda dengan loe loe, dikit-dikit demo, dikit-dikit berantem antar fakultas, bayar buat dapat nilai, nyogok sana nygok sini, mana otakmu!!, katanya pinter, ahli dalam bidangnya tapi gak punya sikap kasatria ngadepin ujian dan cobaan, huh…. pergi ke laut sana!!!!!
aira berkata,
Agustus 27, 2009 pada 12:45 pm
ipdn bagus kok tidak sehina yg orang2 kira buktinya lulusan ipdn begitu masuk pns langsung kinerjanya beda dg pns2 lain yang bukan dari ipdn,terutama disiplin dan loyalitasnya pada bangsa dan negara,insyaallah lulusan ipdn jauh dari korupsi,karena tindakan koripsi adalah perbuatan yang menghancurkan martabat dan pembangunan bangsa,oke maju terus ya ipdn ku
aira berkata,
Agustus 27, 2009 pada 12:48 pm
ipdn bagus kok tidak sehina yg orang2 kira buktinya lulusan ipdn begitu masuk pns langsung kinerjanya beda dg pns2 lain yang bukan dari ipdn,terutama disiplin dan loyalitasnya pada bangsa dan negara,insyaallah lulusan ipdn jauh dari korupsi,karena tindakan korupsi adalah perbuatan yang menghancurkan martabat dan pembangunan bangsa,oke maju terus ya ipdn ku
IPDN lovers berkata,
September 2, 2009 pada 8:56 am
woi u jangan pada ngomong yang salah tentang IPDN. Sebenarnya IPDN adalah lembaga yang harus terus di buka. lu2 GAK TAU bagaimana situasi sebenarnya ang ada di sana. Jadi w harap u JANGAN PADA ngomong yang buruk2 tenteang IPDN
iam silin berkata,
Oktober 1, 2009 pada 2:03 pm
oy……
gw putra dari tanjung pinang…
insya allah thn 2010 q msuk IPDN.
tolong jgn ada lgi kkrasan…
okehh….
igt to BWT IPDN.
KTA pnya hak disitu…
bkan mau dipuli..
CAMKAN….. !!
rita duharna siregar berkata,
Mei 18, 2010 pada 7:02 pm
aq jga tahun 2010 bakalan masug ipdn
skrg aaaaz aaagy test
doaaain msug yach…………….
lam knal tuk smmua yyg mw msug ipdn……………………
doli berkata,
Januari 9, 2010 pada 12:50 pm
iPDn ” best of the best from all” jdi smua gosip2 tu mua bohong!!!!!!!!!!!!! jaya trus IpdN
santi rahayu berkata,
Januari 15, 2010 pada 9:22 am
aku menengarai yang pada masuk ke ipdn itu kok pada kkn? apa bener ya? mestinya hal seperti itu bisa dicegah guna distribusi kesempatan yg merata bagi seluruh lapisan bangsa indonesia ini.
good govenance mestinya bisa dimulai sedini mungkin, tapi tentunya itu membutuhkan effort yg luar biasa dari bangsa ini untuk berusaha.
apakah bangsa ini bisa bergerak maju atau tetap ditempat, semua tergantung dari generasi muda seperti kita ini. Jika generasi muda kita ini tetep bersikukuh mempertahankan sistem yg rapuh dan tidak rapi, maka kemajuan hanya tinggal diangan-angan.
spontan berkata,
Januari 26, 2010 pada 8:09 am
jangan di bubarin donk, gw khan mau masuk situ. klo gw bs masuk situ, artinya gw bs habisin smua cewek2 UNPAD yang gatel dan ngegatelin itu. gw bs pacarin cewek2 polos yg butuh duit, krn gw punya gaji di situ. banyak cewek yg bisa gw pake…cukup kasih mereka HP….gw bs pake spuasnya…abis itu gw tinggalin deh. hehehehe….klo udh selesai pendidikan…gw bisa langsung pulang ke daerah….puas khan….asiknya jadi praja.
rita duharna siregar berkata,
Mei 18, 2010 pada 7:04 pm
niat msug mau ipdn ato niat mw nyari kupu2 llliar…………………………
lw yg gtuan d”pnggr jlllllllllln jjga baaaanyak………………….
awien berkata,
Februari 3, 2010 pada 3:51 am
ipdn itu di biayai oleh negara…
perlihatkan klo kalian org berpendidikan..,, Ingat. jng sia2kan uang negara…
masih banyak saudara kita yg lebih membutuhkan
rita duharna siregar berkata,
Mei 18, 2010 pada 7:05 pm
setuju……………………………………………….
peler berkata,
Februari 7, 2010 pada 2:49 am
IPDN…
INSTITUT PENGHABIS DUIT NEGARA…
SAMPAHHH……
IPDN BANGSAT berkata,
Februari 7, 2010 pada 3:03 am
to GORBY,,,
kebisuan yg km maksud..,,hahaha
dasar sampahhhhh masyarakat,, ..
kebisuan itu PEMBODOHAN..,,
saya yakin jika dalam satu departemen or DINAS di mana semua oknum IPDN terdapat di dalamnya akan mengakibatkan meningkatnya tingkat KORUPSI..,,
kan di IPDN di ajarin BISU..,, jd klo satu berbuat KORUPSI bknnya di berantas….
tp cma bisa BIIIISSSUUUUUU…,, DASAR IPDN TUNA WICARA>>>
BENAR-BENAR SAMPPPAAAAAAAAAAHHHHHHHHH……..
mahasiswa yg lebih terhormat dari IPDN berkata,
Februari 7, 2010 pada 3:22 am
tingkat pendidikan indonesia bukan hanya di nilai dari nilai kedipsiplinan tetapi dengan pengetahuan yang sistematis yang bisa di bilang IP, kami mendapatkannya bukan karena disiplin atau patuh pada setiap aturan yang tidak relevan. contohnya dalam sistem penilaian hanya 30% dari nilai akademik sedangkan 70% dari kedisplinan..apakah itu relevan dengan segala fasilitas dan biaya yang di keluarkan oleh negara untuk menciptakan generasi yang unggul?
kedisiplinan memang penting tetapi tidak lebih penting dari nilai akademik yg mencerminkan bahwa seorang generasi penerus bangsa berwawasan luas dalam bidangnya masing-masing. karena kedisiplinan bisa dibentuk dari hati dan personal masing-masing
buat gorby, hanya dosen yang tak bermoral seperti kalian yang menerima uang suapp demi nialai mahasiswa. yang jadi catatan untuk gorby kalian di didik untuk patuh pada senior terserah senior kalian itu benar atau salah mesti di patuhi dan di hormati, tetapi sebagai manusia yang bermoral itu menghormati dan mempatuhi orang yang lebih benar atau bijaksana dari yang lain.
KATAKAN BILA ITU SALAH DAN KATAKAN BILA ITU BENAR, BUKAN MAHASISWA JIKA TAKUT PADA PAADIGMA YANG KAKU…
GOBY GOBLOK BACA INI SEMUA..
khar berkata,
April 10, 2010 pada 6:58 am
jangan dibubarin aq mw jadi praja yang baik
rita duharna siregar berkata,
Mei 18, 2010 pada 7:07 pm
siiiiiip
siiip
aq juga……………..
qita buktiin kallo ipdn gag selamanya punya praja yang brutal
Thami berkata,
Mei 5, 2010 pada 10:24 am
buat yg udah ngjudge ipdn@ Pernah gak kalian liat sesuatu itu dri banyak sisi…sangat di akui sekali kalo lulusan dr IPDN pasti punya potensi dan kemampuan yang gkbsa d pungkirin….tp pernah ga orang luar ngomongin kebaikannyaa,,,,ga ada…
selalu ngeliat yang buruknya aja,,,,
IPDN akan selalu eksis dan melahirkan kader2 aparatur yang berkompeten…
rita duharna siregar berkata,
Mei 18, 2010 pada 7:09 pm
100 deeh buat kamu……………..
semoga masyrakat diluar sana bisa berpikiran positif terhaaaadap ipdn…………………………..
jgn hnyaa melihat dari 1 sisi aja………
iriz republik berkata,
Mei 21, 2010 pada 1:40 pm
Spa Blang IPDN pke kekrasan???
dsaNa bgus kok, qt dajarkan disiplin…
n slsai dari sana kita udah d_jamin dapat kerja…
Q gak stuju lok IPDN d_bubarkn..!!
winda berkata,
Juli 9, 2010 pada 10:23 am
indungilah pacar saya disana yha rabb
awi berkata,
Juli 14, 2010 pada 1:39 pm
saya yakin, tidak akan ada kekerasan dari senior apabila kita bertindak wajar & menjaga kesopanan kita. apabila ada kekerasan tanpa sebab itu menandakan bahwa yang melakukan kekerasan itu tidak mempunyai pikiran yang waras & tidak seharusnya dia menjadi seorang praja.
sundara nata permadi berkata,
Januari 20, 2011 pada 12:52 pm
pokona mah aink urang sunda tong aya nu wani ngarebut hara aink….. komo deui jeung di sepet ku rektor IPDN najis aink mah…..
vay nabilla berkata,
Februari 6, 2011 pada 10:24 am
ehm,,, knapa kalian pada komentar yg jelek jelek?
apa kalian pernah hidup d IPDN?
hmmmm
anak qte berkata,
Februari 16, 2011 pada 10:25 pm
mengkritiklah jika kau telah bercermin terhadap dirimu sendiri. lihatlah segala sesuatunya dr segala sisi. tidak semua dari kami adalah anak2 yg nakal, kami pun punya perasaan dan hati nurani. saya yakin sebagian besar dr kami adalah anak2 yang baik dan bermoral.
Green berkata,
Juni 4, 2011 pada 8:22 pm
Ok deh IPDN yang terbaik, PTN-PTN yang lainnya yang diincar ratusan ribu calon mahasiswa itu nggak ada apa-apanya, gitu? Cuma kok sayang ya? Berita tentang fatality disana sudah tersebar ke publik. Tidak ada tidak ada asap, benar begitu bukan?