Logiskah Ilmu Prana ?

Januari 24, 2008 at 11:47 am (Rahasia Alam)

Meskipun telah beberapa tahun turut berlatih prana, tetapi sungguh aku tetap gelap tentang pengetahuan prana ini. Untuk itulah, kini aku mencoba berbagi. Dengan modal internet, aku coba melogis-logiskan Ilmu Prana ini (ndak tahu sudah termasuk logis apa belum hehehe..). Sejujurnya aku belum cross check dari perguruan prana yang ada di Indonesia, termasuk yang aku ikutin. Aku akan berusaha agar tulisanku ini terus berkembang dengan informasi baru baik dari teman-teman maupun dari sumber lainnya..

Selama ini kita mengetahui baik dari latihan maupun dari artikel bahwa dalam proses pembangkitan tenaga prana (atau digeneralisir sebagai ‘tenaga dalam’) pada tubuh manusia dilakukan dengan cara olah nafas, baik dengan menarik, menahan atau mengeluarkan nafas. Berbagai teknik pengolahan nafas itulah yang selama ini dipakai dalam berbagai aliran tenaga dalam prana. Ada dua kunci penting disini, yakni pernafasan dan energi.

Salah satu pemikiran yang paling dominan tentang tenaga dalam prana adalah berkaitan dengan ATP (Adenosin triphosphat). Kedua, tenaga dalam dikaitkan dengan terbentuknya elektromagnetik tubuh.

Nah apa itu ATP?

Menurut Wikipedia, ATP adalah suatu nukleotida yang dalam biokimia dikenal sebagai “satuan molekuler” pertukaran energi intraselular; artinya, ATP dapat digunakan untuk menyimpan dan mentranspor energi kimia dalam sel. ATP juga berperan penting dalam sintesis asam nukleat.

ATP terdiri dari adenosin and tiga gugus fosfat. Rumus empirisnya adalah C10H16N5O13P3, dan rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H, dengan bobot molekul 507.184 u. ATP dapat dihasilkan melalui berbagai proses selular, namun seringnya dijumpai di mitokondria melalui proses fosforilasi oksidatif dengan bantuan enzim pengkatalisis ATP sintetase. Bahan bakar utama sintesis ATP adalah glukosa dan asam lemak. Mula-mula, glukosa dipecah menjadi piruvat di dalam sitosol. Dari satu molekul glukosa akan dihasilkan dua molekul ATP. Tahap akhir dari sintesis ATP terjadi dalam mitokondria dan menghasilkan total 36 ATP

ATP dalam tubuh manusia

Jumlah total ATP dalam tubuh manusia berkisar pada 0,1 mol. Energi yang digunakan oleh sel manusia untuk melakukan hidrolisis dapat berjumlah 200 hingga 300 mol ATP per hari. Artinya, setiap molekul ATP didaur ulang sebanyak 2000 hingga 3000 kali setiap hari. ATP tidak dapat disimpan, karenanya sintesis harus segera diikuti dengan penggunaan.

Sel juga memiliki trifosfat nukleosida mengandung energi tinggi yang lain, seperti guanin trifosfat (GTP). Energi dapat dengan mudah ditransfer antar trifosfat-trifosfat ini dengan ATP melalui reaksi yang dikatalisis oleh nukleosida difosfokinase: Energi dilepaskan ketika terjadi hidrolisis terhadap ikatan-ikatan fosfat berenergi tinggi. Energi ini dapat digunakan oleh berbagai macam enzim, protein motor, dan protein transpor untuk melangsungkan kehidupan sel. Selain energi, hidrolisis akan melepaskan fosfat anorganik dan adenosin difosfat (ADP) yang dapat dipeach lagi menjadi satu ion fosfat dan adenosin monofosfat (AMP). ATP juga dapat langsung dipecah menjadi adenosin monofosfat dan pirofosfat.

Reaksi ADP dengan GTP
ADP + GTP ATP + GDP

Dalam pelatihan ilmu prana, kita akan menarik dan menahan nafas saat menjalankan jurus-jurus. Ini merupakan proses aerobik dan proses anaerobik, dimana dengan proses ini akan diperoleh energi. Proses ini tampaknya identik dengan artikel “Uji Gerak Badan” oleh dr. V. Sutarmo Setiadji, dr. B. Gunawan, Bagian Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Berikut cuplikan artikelnya:

“Pada taraf kerja tertentu diperlukan sejumIah oksigen tertentu. Makin tinggi taraf kerja, yang berarti makin banyak jumlah energi yang diperlukan, makin banyak pula jumIah oksigen yang diperlukan. Kemampuan tubuh untuk menyediakan oksigen, disebut kapasitas aerobik, terutama bergantung kepada fungsi sistem pernapasan, darah dan sistem kardiovaskuler.

Proses Aerobik dab Proses Anaerobik

Dalam pembentukan energi, terdapat dua macam proses yang dapat ditempuh, yaitu proses aerobik, proses yang memerlukan oksigen; dan proses anaerobik, proses yang tidak memerlukan oksigen. Pada proses aerobik terjadi proses pembakaran yang sempuma. Atom hidrogen dioksidasi menjadi HzO dan atom karbon dioksidasi menjadi COz. Sisa metabolisme tersebut dikeIuarkan dari tubuh melalui proses pernapasan .

Energi yang diperoIeh dari proses aerobik ini tidak dapat langsung digunakan otot sebagai sumber energi untuk mengerut. Energi tersebut dengan proses lebih lanjut digunakan untuk sintesis ATP (adenosine triphosphate) dan senyawa-senyawa berenergi tinggi yang lain. Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa yang dapat menyimpan energi dalam jumlah yang besar. Proses pemecahannya yang tidak memerIukan oksigen dengan menghasilkan energi yang besar itu merupakan proses anaerobik. Energi yang dihasilkan dari pemecahan ATP ini dapat digunakan sebagai sumber energi untuk mengerut oleh otot (2,3). Proses aerobik dan proses anaerobik tersebut dalam tubuh selalu terjadi bersama-sama dan berurutan. Hanya berbeda intensitasnya pada jenis dan tahap kerja tertentu.

Pada kerja berat yang hanya berlangsung beberapa detik saja, dan pada permulaan kerja pada umumnya, proses anaerobik Iebih menonjol daripada proses aerobik. Pada keadaan kerja tersebut, sistem kardiopuImonal beIum bekerja dengan kapasitas yang diperlukan. Untuk penyesuaiannya, diperlukan waktu. Dengan demikian oksigen yang tersedia tidak mencukupi. Maka keperluan akan energi terutama dicukupi dengan proses anaerobik. Pada keadaan kerja tersebut terdapat “hutang” oksigen. “Hutang” ini akan dibayar sesudah berhenti bekerja, sehingga orang sesudah berhenti bekerja masih terengah-engah dan denyut jantungnya masih cepat.

Bila pekerjaan diteruskan dengan taraf kerja yang tetap, refleks-refleks tubuh akan mengatur fungsi sistem kardiopuImonal untuk mencukupi jumlah oksigen yang diperlukan, sehingga dicapai kerja steady-state. Pada kerja steady-state ini jumlah oksigen yang diperlukan tetap jumIahnya dari waktu ke waktu”.

Dalam artikel dr. Sutarmo diatas dijelaskan mengenai proses terbentuknya energi melalui ATP.
Bagaimana ATP membantu proses pembangkitan Tenaga Dalam?
Dalam situs Sahabat silat, ATP ini ‘dipercaya’ merupakan sumber tenaga dalam. Saya rangkumkan proses tersebut seperti dibawah ini.

ATP ini dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Secara sederhana dapat ditulis sbb :

O2 + ATP + Glikogen àEnergi

Energi yang dihasilkan oleh ATP tersebut sangat berlimpah sehingga dapat dijadikan sebagai kekuatan yang luar biasa apabila manusia dalam kondisi kejiwaan tertentu, seperti terhipnotis, panik, tidur berjalan atau trance. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam keadaan sehari-hari berupa panas tubuh, membantu lancarnya penyaluran adrenalin, menghidupkan kimia tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh (zat antibodi), menghidupkan aktifitas pencernaan dan menghidupkan semua aktifitas organ dalam tubuh manusia. Diduga, manusia dalam kehidupan sehari-hari hanya menggunakan sekitar 2,5% dari seluruh fasilitas energi tubuhnya. Sedangkan yang 97,5% lainnya tersembunyi sebagai cadangan (di ulu hati ?).

Apabila kita mampu membangkitkan energi itu kita akan memiliki kemampuan super, misalnya IQ (Intelegent Quality) akan meningkat hebat, tenaga akan menjadi sangat dahsyat, lompatan menjadi semakin tinggi, kekebalan tubuh semakin meningkat, proses penyembuhan luka terjadi sangat cepat, dapat mengobati berbagai penyakit, ketangkasan dan kecepatan gerak menjadi semakin hebat dan masih banyak kemampuan lainnya yang tidak dapat disebutkan semua.

Dan dari catatan saya yang lupa sumbernya (maap yach hehehe..), disebutkan bahwa Tenaga Dalam merupakan sisa kalori yang tersedia yang bisa dimanfaatkan.

Dengan pola napas biasa, energi yang dihasilkan hanyalah mencapai maksimal 750 K.Cal/tarikan napas (produksi), dan energi sebesar itu dipakai untuk back up kerja organ sebesar 300 K.Cal (jantung yang selalu menghisap dan memompa darah, memerlukan energi). Energi yang kita produksi dipakai untuk berfikir dan bergerak, dimana dalam kondisi teratur biasa lebih kurang 400 K.Cal / tarikan napas. Jadi bila ditambah dengan pemakaian energi untuk back up kerja organ, maka pengeluaran energi per tarikan napas adalah 700 K.Cal. Bila produksi energi kita 750 K.Cal sedangkan pemakaian 700 K.Cal, maka setiap bernapas kita memiliki sisa/cadangan energi sebesar 50 K.Cal/tarikan napas, cadangan energi inilah yang sering dinamakan ‘tenaga dalam’.

Ada versi lain dari terbangkitnya ‘Tenaga Dalam’ yang bersumber dari ATP ini, yakni efek dari impuls listrik. Versi inilah yang di adopsi oleh Prof Dr Pantur Silaban, Guru Besar Ilmu Fisika ITB.

Menurut versi ini, dalam tubuh manusia juga tersimpan energi listrik dan dikelilingi medan listrik, maka energi listrik alami ini dapat dikonsentrasikan untuk menghasilkan tenaga dalam. Impuls listrik dihasilkan oleh ATP. Dalam sel, energi digunakan untuk mensintesis molekul baru, kontraksi otot, konduksi saraf, menghasilkan radian energi yang menghasilkan pancaran sinar.
Medan listrik dapat diperbesar hingga menghasilkan energi listrik tubuh (bioelektris) bila elektron bergerak lebih cepat secara teratur. Energi atau tenaga dalam inilah yang diolah dan dikembangkan para ahli olah prana untuk menyembuhkan penyakit.

Dari sumber khasanah pengetahuan tradisional telah difahami bhw gelombang elektromagnetik yang menyelubungi tubuh manusia ini disebut dengan nama “Aura”. Suatu sumber menyatakan bahwa, pada masa ini dengan kemajuan teknologi optik keberadaan gelombang elektromagnetik tubuh tersebut dapat dibuktikan secara riil dengan hasil foto menggunakan Kamera Kirlian yang diciptakan oleh Kirlian, seorang ilmuwan berkebangsaan Rusia, yang kini disempurnakan menjadi Aura Camera 6000. Dari aspek fungsional, dengan kamera tersebut kita dapat melihat selubung elektromagnetik yang menyelimuti tubuh manusia dengan perwujudan beragam spektrum warna dengan implikasi berdasarkan kondisi fisik dan psikisnya.

Teori impuls listrik ini sedikit banyak memberikan jembatan penjelasan dari teori jauh sebelumnya yakni teori medan elektromagnetik. Jadi, medan elektromagnetik ini juga merupakan proses yang tidak lepas dari ATP. Dibawah ini ada cuplikan catatan yang cukup menarik, tentang teori medan Elektromagnetik.

Fenomena energi prana sering dikaitkan dengan terpentalnya si penyerang saat menyerang seseorang yang bertenaga prana. Si penyerang memancarkan frekuensinya yang berbanding lurus dengan energi kepada yang diserang. Akibatnya, terjadi penguatan amplitudo yang akan memperbesar energi balik ke penyerang dan menyebabkan gangguan kepada yang bersangkutan, sesuai intensitas energi yang diaktifkan.

Mekanisme penjalaran tenaga prana melalui interaksi berdasarkan jarak (action at distance) yang memerlukan pengertian medan (besaran fisis yang mempunyai nilai di setiap titik dalam ruang) dan gelombang sebagai perantaranya.

Dan beberapa versi teori minor dalam upaya mengungkap prana dan tentu ada juga yang lainnya masih terus berkembang atau kemungkinan adopsi ilmu lain untuk kepentingan Prana.

Beberapa yang bisa dicatat ulang antara lain model yang dinamakan Kecerdikan Jagat Raya (Universal Intelligence). Model ini mengatakan bahwa eksistensi pikiran manusia melingkupi semua ruang dan waktu. Apa yang ingin diwujudkan dalam ruang dan waktu dapat diprogram pikiran manusia.

Ada Model Holografik yang dikembangkan pakar fisika David Bohm dan pakar psikologi Karl Pribram (1971,1975,1976). Mereka menyimpulkan bahwa informasi di alam ini bukan merupakan fungsi ruang dan waktu, tetapi dalam bentuk “getaran” yang dalam ilmu fisika diwakili dengan persamaan gelombang dengan amplitudo dan frekuensi masing-masing. Kesadaran manusialah yang melakukan “Transformasi Fourier” (sebuah konsep matematika yang dapat memetakan semua proses fisik di alam dalam bentuk frekuensi dan amplitudo serta kelipatannya) agar dapat mewujudkan informasi tersebut ke dalam ruang dan waktu. Penjabaran lebih lanjut model ini adalah kesadaran manusia (pikiran) dapat mengambil semua getaran yang ada di alam. Kemudian melalui proses transformasi tenaga prana, abstraksi dapat diwujudkan ke dalam ruang dan waktu.
Dengan mengikuti perkembangan model fisika di atas, pemahaman pada mekanisme tenaga prana tidak lagi terbatas pada dimensi yang sempit, hanya sebatas ruang dan waktu, melainkan juga pada dimensi yang lebih luas yang menyangkut wilayah esoterik dan dimensi kesadaran yang hanya dimiliki manusia.

Sekian dulu, Salam.

Angkringan, Sewon mBantul Djogja, Awal 2008
Iwang BK

About these ads

22 Komentar

  1. yander said,

    mengapa kamu tidak mencantumkan cara mempelajari ilmu prana, apa kamu juga tidak tau menggunakannya atau kamu memang tidak ingin memberitaukan kepada orang lain. tolong jawab pertanyaan saya mengenai cara-cara melakukan/mempelajari ilmu prana karna saya ingin sekali mempelajari ilmu tersebut.

  2. iwang said,

    Mohon maaf, meskipun saya tahu cara mempelajari prana tapi saya tidak berhak mengajarkannya. Saya harus mengikuti etika. Sebenarnya banyak sekali perguruan yg mengajarkannya hanya beberapa memang agak susah ditemukan, tapi beberapa sudah sangat mudah ditemukan. Belajar secara langsung lebih berpotensi berhasil dibanding belajar sendiri, mengingat keterbatasan bila melalui media.
    Semoga mas/pak Yander bisa menemukan tempat berlatih yg baik shg bisa memenuhi keinginan mempelajari prana.

    Salam,

  3. iwang said,

    Kemarin Sabtu tgl 9 Feb 08 saya mendengar bhw telah dilakukan pengukuran thd tenaga prana oleh Pak Ali Purnama dari SP yg dilakukan di Univ Udayana Bali. Sayang saya ndak mempunyai detail pengukuran itu.
    Inti penelitian adalah mengukur tenaga prana SP dgn beberapa pengukuran antara lain, frekwensi, amplitudo, medan magnet, listrik, pancaran. Dan juga melihat pengaruh tenaga prana terhadap bakteri tiphus.

    Bukan hanya hasilnya yg menarik tetapi lebih pada ‘upaya pengukuran’ itu sendiri. Pengukuran yg dilakukan scr ilmiah ini akan menjembatani dan membawa ilmu prana dalam kasanah ‘logis’.

    Bila ada yg memiliki hasil-hasil penelitian ilmiah seperti tsb diatas, mohon agar bisa sharing.

    Salam,

  4. aji said,

    Anda ingin melogiskan prana yang sebenarnya berbeda dengan tenaga dalam? Bila logis menurut metode ilmiah barat maka anda seperti mencangkul batu karang. Metode ilmiah bukan satu-satunya metode untuk memahami fenomena alam termasuk energi prana. Gunakan logika supranatural yang tidak bisa dijelaskan oleh metode ilmiah barat.

    Apalagi kalau sekedar logis atau tidak logis. Yang logis belum tentu benar, karena indra manusia dan alat yang diciptakan manusia sebagai instrumen logika tidak mampu mengenali ciptaaan Tuhan yang maha kompleks.

  5. iwang said,

    Beberapa hal sependapat dgn Mas Aji, dan aku juga tidak bersikeras atas pendekatan ilmiah. Aku hanya ingin memberikan ruang yg berimbang baik bagi pro-kontra tenaga prana, sehingga menjadi topik pemikiran yg sehat dan bermanfaat.

    Sejauh ini masyarakat kita hanya bisa bicara dlm bahasa yg sama yaitu lewat ‘bahasa ilmiah’, jadi tidak akan bisa ‘bicara’ kalau prana tidak di’seret’ dlm kasanah ilmiah. Tapi tentu saja ini bukan keharusan, krn seperti yg Mas Aji sebutkan mash ada bahasa lain.

    Seiring dgn waktu, perkembangan tehnologi akan membantu memperdalam pembahasan masalah prana. Namun demikian ada pengharapan agar pro-kontra tidak berkembang mengarah kepada penghukuman negatif terlebih dahulu.

  6. Pardamean said,

    Ilmu Prana, tergantung kepada kemampuan seseorang. Imu Prana sinonim dengan Ilmu menghayal, membayangkan sesuatu telah terjadi, Ilmu mencipta, kepercayaan diri dapat menciptakan sesuatu/suatu kondisi. Namum Ilmu Prana tidak dapat dilakukan untuk tujuan negatif karena akan berbalik kepada diri sendiri-hati hati……. Anda melakukan hal negatif, maka ALAM akan memberikan respon negtif terhadap anda. Gunakan ilmu prana hanya untuk tujuan positif/baik, anda ddapat menguasai ALAM, tapi ingat bahwa ANDA hanya sebuah partikel dari ALAM SEMESTA.

  7. erna said,

    belajar prana mahal banget! sampai 500ribuan. cari untung ya?

  8. nanda said,

    wah gua kepingin punya tenaga dalam buat jaga2x kasih tau dong caranya kalo belajar harganya mahal banget

  9. atok said,

    saya percaya semua yang ada di alam semesta ini logis, kecuali memang ada yang tdk bisa dideteksi oleh akal manusia spt halnya nyawa. hanya manusia yang kurang mencari tau tentang alam semesta ini. kalo kita tau betapa sempurnanya Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan segala kebutuhannya.

  10. joulepondokbaru said,

    apa ya pengertian prana itu………? tlg penjelasannya ke email saya. trims

  11. drh.alam pamujo said,

    bagi yang ingin mengenal dan membangkitkan potensi energi prana tubuh silahkan belajar kpd sy. gratis.

  12. rudy, MMT said,

    semua yang ada di alam ini baik yang nyata maupun yang nyata tak terlihat merupakan suatu ilmu pengetahuan yang logis, termasuk nyawa bukankah Alloh berfirman bahwa semua yang diciptakannya itu adalah ayat-ayat Nya artinya bagaimana kita membacanya bisa tidak, kalau belum bisa artinya kita kudu belajar lagi agar bisa membaca ayat-ayat alloh yang sangat logis keseluruhannya, merugilah orang-orang yang tak berfikir…

  13. hilmi said,

    tolong jelaskan bedanya tenaga dalam dan prana,trus apkah belajar prana itu dgn melatih napas ato cuma dgn attunement?manfaat prana utk apa aja?

  14. asep said,

    prana berarti energi/ tenaga yg ada pada setiap makhluk, baik yang hidup ataupun yg mati, tenaga dalam berarti energi yang tersimpan didalam tubuh atau bisa diartikan energi potensial yg terhimpun dengan cara latihan nafas/ gerak tertentu, energi ini terhimpun dari energi alam semesta, latihan termudah menghimpun energi/ prana (dari pengalaman saya) adalah dengan latihan pernafasan segi tiga yaitu tarik-tahan-buang, tarik nafas perlahan (mis: 5 detik) kemudian tahan nafas (5detik), buang nafas (5detik), tarik..tahan..buang..dst untuk pertama kali latihan sebaiknya dilakukan selama 1 jam, untuk latihan rutin berikutnya bisa dilakukan 15-30menit pagi dan 15-30 menit malam. posisi tubuh duduk tegap tidak bersandar, jangan bersila untuk menghindari semutan, lakukanlah dengan pernafasan perut, tarik nafas = mengembungkan perut, buang nafas= mengempiskan perut, selama menahan nafas tahan/ kunci dubur (seperti menahan kencing/ memotong kotoran). Posisi tangan mengepal agar energi tidak terbuang keluar melalui telapak tangan. ini adalah latihan termudah, ada beberapa latihan lain lagi yang menggunakan gerakan tangan tapi masih dalam posisi duduk (untuk bela diri pasif) dan latihan dengan gerak silat (untuk bela diri aktif), untuk yg mau berdiskusi langsung bisa email saya ke asepmlsmg@yahoo.co.id

  15. chandra said,

    Ass. Wr. Wb

    Kalau ingin belajar memperoleh semua yg dibicarakan disini, tapi harus dengan niat untuk kesehatan diri sendiri atau orang lain / pengobatan. Dapat menghubungi PITEDA PEMUSATAN, Yayasan KALIMASADA yang ada dikota Anda, ada biaya tapi relatif tidak mahal, kalau di Bandung, bisa daftar ke Gedung Wanita, selasa dan Jumat, pukul 19.00 – 21.00, mumpung mau ada Tingkat Perdana, tanggal 4 Desember 2008.

    Wassalam,

    Chandra

  16. aaaaaaaaaaa said,

    tentang frekwensi sj pemanfaatn nya masih berkembang hingga ayeuna( skr) . prana, metafisika,
    atau mulai dari ruh/ roh

    semua bekerja dalam sebuah proses alami i gerakkan oleh Dia pencipta dan penyelenggara semua urusan di bumi ini.
    jd.. mungkin langkah awal belajar prana, olah rasa ” keberadaan Nya” dapat membawa kita pada frekwensi konsentrasi / kepekaan tertentu.sehingga kita dapat mengolah prana dgn maximal

    Semoga Tuhan, memberikan bekah melimpah kpd kita semua. dan menjadi pemanfaat prana yg baik………..

  17. asep said,

    dengan latihan pernafasan segi tiga selama 1jam penuh tidak putus, hasilnya bisa langsung dibuktikan, tanpa ada pengisian atau apapun istilahnya dari seorang “guru” dan tanpa ikut perguruan apapun, bagi yang awam & belum pernah ikut latihan tenaga dalam/ prana/ reiki atau apapun.
    Setelah pernafasan segi tiga selama 1jam penuh tidak putus bisa langsung dibuktikan mematahkan benda keras (mis batako/ botol dll) dengan cara menyalurkan energi dari dantien (3cm dibawah pusar) ke tangan, berjalan tanpa alas kaki diatas pecahan kaca/ beling dengan cara menyalurkan energi ke telapak kaki, membuat bolalampu tahan pecah dengan cara menyalurkan energi ke bolalampu kemudian melemparnya kelantai yg keras, pada waktu melakukan “aksi” tersebut diatas nafas dalam kondisi tersimpan di perut (tahan nafas)
    OK.. selamat membuktikan..

  18. Rendra said,

    Ada yang bisa meraga sukma? Tolong ajarkan saya mllui email rendra_est11@yahoo.com trimakasih

  19. Ahmad Ramadhan said,

    Assalamu’alaikum…
    mohon ijin nimbrung..

    Mas Iwang jangan bingung,
    dipilah dulu ‘wilayah’ bahasannya, karena masalah prana ini bisa dibahas dari beberapa sudut pandang. Sudah jelas kalo yang ngobrol memiliki perbedaan basis ilmunya, ya gak ketemu2..

    Mengenai ATP adalah proses biokimia (berarti fisik… setahu saya, kimia tidak ada dalam metafisik…cmiiw) menjelaskan bagaimana dan dari mana asal energi fisik tubuh kita, sehingga bisa beraktifitas (fisik).

    Mengenai teori elektromagnetik, harus kita dapat dari pakarnya.. sebagian pembahasan yang beredar (termasuk di internet) masih ‘meraba-raba’ saja..
    Begitu pula kaitannya dengan ATP diatas… masih butuh beberapa teori yang dapat menghubungkan pembahasan di antara dua hal tsb, karena elektromagnetik adalah ‘ranah’ ilmu fisika..

    Belum lagi ditinjau dari sudut metafisika, yang seringkali disebut ‘klenik’ (yang menyebabkan kalangan berpendidikan tidak puas kalau ‘sesuatu’ langsung diberi label tersebut). Padahal, masih dapat dibedakan/dipilah2 lagi berdasarkan jenisnya, dan metafisik tidak sama dengan non-fisik.

    Secara terminologi, logika adalah akal sehat
    Sesuatu yang tidak sesuai dengan akal sehat, berarti mengada-ada atau mengkhayal saja. Dan tulisan mas Iwang diatas adalah upaya2 sains (penjelasan ilmiah mengenai suatu fenomena) … *lucunya, ada beberapa komen yang ingin ‘teknis’nya… (cara2 ilmiah untuk menghasilkan suatu fenomena) * Hal ini akan menyulitkan ybs sendiri dalam prakteknya.. *dijamin deh*

    Pendapat saya sendiri, pembangkitan prana dan hasil dari upayanya adalah logis, sesuai dengan akal sehat, karena saya sudah mendapatkan penjelasan2nya.
    Dan mengacu pada komen mas Iwang sendiri –>
    ( http://iwang.wordpress.com/2008/01/24/logiskah-ilmu-prana/#comment-378 )
    hal tersebut adalah upaya sains, setelah pencarian pembuktian/penjelasan dengan bekal teori medan magnet (bioelektromagnet) mengalami kebuntuan.
    Dari hasil penelitan tim dimaksud, didapatlah hasil2 terukur walaupun tentu saja belum menjelaskan keseluruhan fenomena tenaga prana, tetapi paling tidak memberi penyingkapan terhadap beberapa hal yang sering ditanyakan.

    Disini masih ada faktor ‘jiwa’ (psikis) yang berperan yang tidak dapat diukur.
    Meski demikian, aspek metafisiknya sebagian bisa terjelaskan. (Bagian ini dapat menjelaskan mengenai ‘produk’ latihan pembangkitan prana, berbeda dengan penjelasan ATP yang menjelaskan ‘tenaga fisik’ yg digunakan untuk latihan pembangkitan prana)

    Sebenarnya saya memiliki dokumentasi dari penelitian tersebut, berhubung saya belum mengenal mas Iwang, sharingnya saya tunda dulu sementara ini. : )

    Saran saya, kita harus tahu persis bagian yang mana yang kita amati, basis ilmu sains apa yang dapat menjelaskan hal tersebut, apa saja yang dapat dijelaskan oleh bidang ilmu sains tsb, dan apa yang menjadi sumber fenomena tersebut Sehingga kita dapat melihat hal/faktor apa saja yang terkait dan tidak terkait (fisik/non fisik). Insya Allah gak akan bingung2 amat nantinya.

    Yang jelas, semua fenomena, apapun, dengan penelusuran yang logis akan menjelaskan “Siapa” yang menciptakan semua itu, dan kita diajak untuk menemukan “Kebesaran” dan “Keagungan” Nya melalui semua peristiwa yang kita alami/ketahui…

    Wassalam

  20. Iwang said,

    Terimakasih atas beberapa tanggapan di blog ini, hanya maaf saya belum mampu merespon secara cepat berhubung kesempatan yg sangat terbatas.

    Bagi yg ingin secara tekhnis, saya berharap utk belajar juga dgn pendampingan. Belajar secara otodidak banyak kemungkinan kurang berhasil. Saya pernah melihat kawan yg belajar otodidak bertahun tapi tidak berhasil, syukurlah sekarang sudah berhasil tersalurkan.

    Fenomena maraknya attunement yg pernah muncul dinegeri ini menunjukkan banyak teman2 yg ingin ‘memiliki’ prana atau tenaga dalam sejenis. Fenomena ini juga cukup menggelisahkan saya, mengingat pembuktian2nya ada di wilayah abu2. Meskipun saya agak ragu, hanya sayangnya sejauh ini saya belum berkesempatan ‘menikmati’ apa sesungguhnya attunement itu.

    Utk P’ A Ramadhan,
    Terimaksih tanggapannya yg banyak. Sungguh gembira saya dapat bertukar pikiran.
    Mengenai dokumentasi penelitian itu, mau donk sharing…
    Saya dulu hanya lihat slide penelitian tsb sepintas dan dijanjikan akan dicarikan. Hanya saja sampai saat ini belum dapet juga…

    Salam,

  21. Ahmad Ramadhan said,

    Alhamdulillah..
    Mohon maaf sebelumnya mau tanya, apakah mas Iwang termasuk anggota SP?
    Kalo liat posisi Ygy nya mas Iwang, lokasinya dekat tuh dengan kantor pusat SP..

    Kalau benar demikian, pembahasan bisa lebih mendalam… :)

    wass.

  22. alvi susfreta said,

    Apa perbedaan tenaga prana dgn bio energi metafisika, soalny katanya bioenergi hny belajar 3 jam saja lgsg bisa?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: