Tips Trading Saham
Investasi di bursa saham relatif beresiko bagi para pemula mengingat besarnya fluktuasi harga saham. Perlu diingat bahwa teori apapun tidak memberi jaminan bahwa kita akan sukses, tetapi jika kita mendidik diri secara benar dan mengembangkan kerangka berpikir yang benar, sikap mentalitas yang stabil, kita memiliki peluang yang lebih besar. Dalam Bursa saham banyak kemungkinan akan terjadi, termasuk adanya bandar dan penggorengan. Oleh karena itu jangan mau seperti diporotin modal kita oleh mereka dan kaki tangannya. Kita harus menghasilkan gain kita sendiri dan mengendalikan nasib sendiri.
Berikut ini beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dikala trading saham:
1. Menyusun rencana Trading
Kita sebaiknya menetapkan target sebelum melakukan aksi beli. Sekaligus menentukan alternatif aksi bila harga bergerak berlawanan dengan yang diharapkan. Kita juga menentukan batas kerugian yang rela ditanggung dan besar gain yang kita inginkan secara masuk akal. Agar patuh terhadap trading plan, maka sebaiknya dituliskan diatas kertas.
2. Memilih saham dengan Pertimbangan yang Baik
Sebaiknya saham yang akan kita beli, terlebih dahulu melalui metode pemilihan yang kita tetapkan. Metode yang kita pilih haruslah mempertimbangkan karakter tipologi trading kita dalam hal: berapa lama saham akan disimpan dan berapa besar toleransi terhadap resiko kerugian.
Pilihlah metode yang didasarkan oleh faktor momentum harga dan trend. Pertimbangkan likuiditas saham, keadaan sektor industri dan faktor tekhnikal sewaktu melakukan pemilihan saham.
Umumnya kita terhanyut oleh emosi dan ketidakyakinan saat trading. Jika perasaan ini terus muncul meskipun kita sudah melakukan riset, sebaiknya jangan laksanakan trade-nya. Disini kita sering terlena atas upaya memaksakan suatu keputusan agar menjadi masuk akal, sebaiknya dihindarkan mencari dalih-dalih untuk membuat keputusan yang buruk.
3. Memperhatikan Signal dari Grafik
Sebaiknya dalam membeli suatu saham juga memperhatikan grafik harganya terlebih dahulu. Hal ini karena keputusan beli dan jual sebenarnya sesuatu yang bersifat teknikal, sedangkan faktor fundamental tidak akan pernah memberitahu kapan kita harus membeli atau menjual.
Kita boleh mendahului kemungkinan atas signal grafik, tetapi jangan sekali-kali melakukan aksi yang berlawanan dengan trend karena probabilitas keberhasilan kita akan lebih besar jika kita memelihara posisi yang sesuai dengan trend pasar yang telah teridentifikasi.
Saat mengamati bahwa trend-nya mulai berubah, maka sebaiknya segera bertindak sesuai dengan itu, yakni dengan take profit atau tempatkan stop loss untuk melindungi modal dan mengunci gain kita.
4. Gunakan Tehnik Manajemen Uang
Apabila harga berlawanan dengan posisi kita, sebaiknya tidak menunda aksi cut loss. Sering kali seorang trader jatuh cinta pada suatu saham sehingga tetap memegang saham tersebut meskipun harganya sudah bergerak turun.
Batasi kerugian yang mampu kita terima, misalkan 3% atau 5% dari modal kita. Dan sebaiknya batas diperkecil bila kita melakukan day trade, misalkan jangan biarkan kerugian melewati 1% dari modal pada setiap kali kita melakukan trading.
Sebaiknya gunakan Stops yang patut akan melindungi profit dan membatasi loss kita. Sewaktu kita melaksanakan suatu trading, tempatkanlah suatu Stop untuk membatasi kerugian kita seandainya harga bergerak berlawanan dengan harapan kita. Sewaktu posisi kita sedang untung, tempatkanlah Stop untuk mengunci kerugian kita.
Tanpa menggunakan Stops sama saja dengan menempatkan uang pada resiko yang tidak terbatas. Kebanyakan investor tidak menggunakan Stops karena takut atau malu. Ini adalah suatu problem psikologis dimana seseorang tidak mau menerima kesalahan, atau mengakui
kepada dirinya sendiri bahwa ia telah membuat kerugian.
Perhatikan juga nasehat berikut ini:
1. Jangan Trading berdasarkan Rumor, Berita atau hot tips
Jika seseorang memberitahu kita tentang suatu saham yang bakal ‘terbang’, lakukanlah riset terhadap rekomendasi tersebut sebelum kita melakukan trading.
2. Tak seorangpun selalu dan selalu menang
Umunya, orang yang terjun ke pasar saham hanya ‘membayangkan’ profit dan tidak menerima loss. Ini salah. Mengalami loss adalah bagian dari trading saham.
Mentalitas kita menanggapi kerugian secara psikologis yang akan membedakan apakah kita seorang amatir atau profesional. Seorang trader profesional akan tetap tenang dan rasional pada waktu sedang mengalami kerugian.
3. Bersahabat dengan Waktu
Kita memerlukan banyak waktu untuk menghasilkan uang, dan saat kita harus buru-buru adalah sewaktu posisi kita berada dalam keadaan genting. Profit biasanya dihasilkan dengan cara yang kuno yaitu dengan setiap kali melakukan satu trade saja. Sabarlah dan jadikan waktu sebagai sahabat, bukan musuh kita.
Kita harus ingatl bahwa “Everyday is not trading day.” Jadi lakukan trading hanya kalau sektor, pasar, dan saham yang terkait berada pada trend yang sama.
Perlu diingat pasar akan melakukan apa yang diinginkan oleh pasar, keinginan kita tidak ada
artinya. Maka sebaiknya cari tahu apa keinginan pasar itu.
4. Belajar dari Kesalahan
Trader yang sukses dan investor yang agresif selalu belajar dari kesalahan, baik kesalahan sendiri atau kesalahan orang lain. Kalau perlu kita bisa mencatat apa yang salah dan menganalisa problemnya.
Dirangkum dari berbagai sumber.
Djogja, 2008
widodo berkata,
Februari 6, 2008 pada 9:49 am
bagus..sekali isinya juga berbobot..i suka.
Reinaldi berkata,
Maret 12, 2008 pada 9:50 am
saya tertarik sekali dengan tulisan yang sudah disajikan, saya berharap ada artikel yang lebih memberikan arahan bagaimana membuat keputusan dalam investasi, barangkali dengan contoh, berikut rumor yang ada di dalamnya….terimakasih sebelumnya
Caroline berkata,
Mei 21, 2008 pada 4:04 pm
wow.. terima kasih sekali yah.. isinya bgs..^^
august berkata,
Mei 26, 2008 pada 11:29 pm
wah seandainya bang iwan juga mempraktekkannya seperti yang ditulis….he he he he he….. happy cuan, btw bang klo ada moga2 postingan data quote harian seluruh saham JKSE tiap hari dong (*.ASCII) jadi enak dong lebih update he he….
iwang berkata,
Juni 5, 2008 pada 11:32 am
Maaf Bos, untuk kirim data saham harian belum ada waktunya.
Kalau kadang-kadang sih bisa. Kalau memerlukan data, kirim email aku …
Gampang kan? Yg susah..cari cuan di pasar ..haha…
Salam,
Happy trading…
hanni berkata,
Juni 5, 2008 pada 5:52 pm
Hello,
This is a test comment to see if there an email is received.
Hanni
iwang berkata,
Juni 6, 2008 pada 10:53 am
Hello Ms Hanni,
Thankyou for helping me. I sent you an email as your request.
Again, thankyou for your atention and quick response…
Regards,
daf berkata,
Juni 9, 2008 pada 11:44 am
Iwang,
This is a test comment too. If U receive an email, please feel happy. And if not, U can sent an email to Mr Hanni.
Please remember to delete this comment after all..
Thanks,
Daf
Supriyana berkata,
Juli 5, 2008 pada 8:28 pm
Saya senang dengan tulisan anda yang sangat bermanfaat bagi saya sebagai pemula. Kalo boleh nanya, bagaimana sih model tradingnya para manajer investasi? Apa harian, mingguan atau target keuntungan? Mohon pencerahannya. Makasih
plasma berkata,
Agustus 2, 2008 pada 11:52 pm
Simple tapi padat , artikel yang sangat bagus!