Tips Trading Saham
Investasi di bursa saham relatif beresiko bagi para pemula mengingat besarnya fluktuasi harga saham. Perlu diingat bahwa teori apapun tidak memberi jaminan bahwa kita akan sukses, tetapi jika kita mendidik diri secara benar dan mengembangkan kerangka berpikir yang benar, sikap mentalitas yang stabil, kita memiliki peluang yang lebih besar. Dalam Bursa saham banyak kemungkinan akan terjadi, termasuk adanya bandar dan penggorengan. Oleh karena itu jangan mau seperti diporotin modal kita oleh mereka dan kaki tangannya. Kita harus menghasilkan gain kita sendiri dan mengendalikan nasib sendiri.
Berikut ini beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dikala trading saham:
Baca entri selengkapnya »
Lagi-lagi BUMN For Sale..
Aku heran kenapa negara ini sibuk jualan BUMN, sementara negara tetangga kita sibuk beli perusahaan. Sama-sama ingin mempertebal kantong negara, tapi kita justru mengandalkan pajak yang adalah keringat rakyat sendiri.
Aku lebih setuju bila BUMN yang bagus itu tidak dijual tetapi dijadikan satu holding yang bisa jadi cikal bakal SWF Indonesia. Ini mungkin mirip sama ide Pak Revrisond Jogja itu yang pengin menjadikan satu super holding BUMN.
Bagaimana menurut teman-teman?
Berikut ini BUMN yang akan dijual taon 2008. Silahkan dpilih….
Sovereign Wealth Fund (SWF) Bagi Indonesia, Kapan?
Seperti telah dilansir di situs KPPU www.kppu.go.id yang salah satunya menyatakan bahwa Temasek Holdings, Pte. Ltd. bersama-sama dengan Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd., STT Communications Ltd., Asia Mobile Holding Company Pte. Ltd, Asia Mobile Holdings Pte. Ltd., Indonesia Communication Limited, Indonesia Communication Pte. Ltd., Singapore Telecommunications Ltd., dan Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 27 huruf a UU No 5 Tahun 1999. Namun bisa diduga kasus ini bakal tidak mudah selesai mengingat Temasek Holding merupakan SWF (Sovereign Wealth Fund) milik pemerintah Singapore.
Ya, SWF merupakan pelaku ekonomi yang berasal atau didukung penuh oleh pemerintah suatu negara. Jadi kasus Temasek ini menjadi bukan hanya Government2Bussines tapi juga G2G. Runyam bukan? Hikmah apa yg bisa kita petik dari persengkataan dan keberadaan SWF tersebut? Baca entri selengkapnya »
Benarkah Black Monday (22 Oct 2007) Landa BEJ?
Kemarin Senin 22 Oct 07, lagi-lagi aku melihat paniknya investor saham sembari menyebut nama black Monday. Ya… menurut catatanku, ini kali kedua si black Monday itu muncul. Dan kali ini aku ikutan pucat dibuatnya, ngalamat nyangkut deh sahamku hik..hik…
Peristiwa “Black Monday” sejatinya muncul di Amerika Serikat pada tanggal 19 Oktober 1987. Pada hari itu indeks bursa Dow Jones turun 508 poin (22,6 persen), inflasi melesat tinggi, dan pertumbuhan ekonomi AS menjadi terseok. Akibatnya chairman The Fed (bank sentral AS), Paul Volcker musti mundur dari kursi empuknya untuk digantikan oleh Alan Greenspan, yang sesungguhnya adalah orang dari Partai Republik tunjukkan dari Presiden Ronald Reagan.
Tetapi hebatnya, di tangan si Greenspan ini kinerja perekonomian cepat membaik bahkan terus membaik sehingga turut melanggengkan posisi si Greenspan sampai Presiden George Bush junior.
Kata ‘Black Monday’ pertama kali didengungkan oleh investor Indonesia pada Senin 15/5/2006. Hari itu, indeks terpangkas hingga 96,238 poin (6,307 persen) ke level 1.429,542, menurut media hal ini merupakan rekor penurunan terburuk dalam sejarah bursa efek Indonesia. Rekor sebelumnya terjadi Selasa, 8 Mei 1999, saat indeks melemah 74 poin (12 persen) karena krisis ekonomi melanda Indonesia. Dipicu kepanikan melihat pelemahan rupiah hari itu, aksi jual saham-saham unggulan menggoyang lantai bursa. Pada penutupan Senin sore, rupiah melemah 437 poin ke level 9.165 per dolar AS. Para analis juga menilai, kenaikan tajam sepekan sebelumnya, terutama 11 Mei saat indeks tembus level psikologis 1.550, tidak sesuai dengan kondisi fundamental.
Kali kedua, kata Black Monday kembali menggentarkan investor saham BEJ pada Senin lalu 22/10/07. Kali ini dipicu rontoknya Dow Jones pada hari Jum’at sebelumnya. Kondisi ini terutama dipicu oleh faktor eksternal seperti kembali mencuatnya dampak subprime mortgage yang belum selesai, adanya carry trade dan tingginya harga minyak dunia yang menembus USD90 per barel.
Pada perdagangan Jumat kemarin indeks Dow Jones rata-rata akhir pekan turun 571,06 poin atau 4,05 persen, ke posisi 13.522,02. Indeks S&P500 juga ditutup melemah 61,17 atau 3,92 persen ke posisi 1.500,63. Demikian juga indeks composite Nasdaq ditutup turun 80,52.atau 2,87 persen ke 2.725,16.
Nasib Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak beda dengan bursa lainnya baik yang ada di AS, Eropa maupun Asia. Pada penutupan perdagangan saham Senin (22/10/2007), IHSG terperosok hingga 110,541 poin (4,31%) ke level 2.453,211. Indeks LQ-45 turun 27,297 poin (4,92%) ke posisi 527,777 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 21,626 poin (4,82%) ke level 427,000.
Tapi sebagai pereda spot jantung, hari selasa IHSG juga naik tajam plus 100 poin sehingga ditutup di 2553. Weleh-weleh…roller coaster menuju kemana?
Wis segitu dulu, capek ketiknya. Turut berdoa semoga cepat sembuh dan tidak menjalar menjadi Black October… iihhh sereem deh…
Melangkah Menjadi Investor?
Ada baiknya kita mulai memahami bagaimana melangkah menjadi investor secara benar. Ada banyak pendorong dan seringkali bersifat kasual bagi masing-masing individu. Sebagai misal adanya keinginan menambah pendapatan sampingan, ingin berhenti bekerja pada orang lain dan memanfaatkan asset yang dimiliki, terjebak iming-iming yang menyebabkan menjadi investor dadakan, atau juga sudah menjelang pensiun.
Apa itu investasi dan bagaimana mulai melangkah? Berikut ringkasannya.
Baca entri selengkapnya »
Swing Trader
Dalam investasi saham seringkali kita menemui istilah Swing Trader. Apakah yang dimaksud dengan istilah ini dan bagaimana penerapannya dalam transaksi saham?
Baca entri selengkapnya »
Paradok: Menjadi Investor
Dari berbagai buku di pasaran, seringkali ditemui anjuran supaya pindah kuadran agar bisa ‘bebas finansial’. Para pekerja/karyawan dianjurkan untuk beralih menjadi investor, sehingga ‘uanglah yg akan bekerja utk mereka (para pekerja)’. Sebuah doktrin yg begitu indah.
Luarbiasanya, pernyataan itu jarang di protes. Mereka tidak menyadari bahwa telah membiarkan satu kaki berdiri diatas khayalan. Khayalan? Jangan-jangan bukan kayalan dan hanya aku yg tidak mau berpikir maju?!
Begini alasanku…
Pertama, bahwa menjadi investor berarti ada syarat mutlak yg harus dipenuhi yakni ‘punya modal’ utk diputar. Betul?!
Nah tentulah sudah merupakan prestasi bila modal itu bisa dikumpulkan dari kelebihan pendapatan bulanannya (bukan dari lotre atau warisan). Kalau mampu menyisihkan uang untuk ditabung, berarti pendapatannya relatif besar. Dan kalau pendapatannya besar kenapa harus keluar dari pegawai dan jadi investor?
Kedua, Menjadi Investor TIDAK lebih mudah dari pada jadi pegawai.
Seseorang haruslah memiliki ilmu dan kesempatan sehingga mendapatkan return yg abnormal (diatas rata-rata). Jadi sekiranya meninggalkan gaji 3 jt maka dgn modal 10 jt, investor hrs mendapatkan imbal hasil 360% pa. Piye carane (gimana caranya) bisa dapet segitu dgn hanya ongkang-ongkang kaki?
Lha kalau bangkrut, gimana?
Kuadran Kiyosaki kemungkinan hanyalah areal abu-abu. Maka jika kita mau berpijak secara normal seharusnya perpindahan kuadran hanyalah kesempatan emas yg tersedia di depan kita. Berprofesi sebagai dokter, bidan atau konsultan kan juga sudah ‘penak’ secara ekonomi, lha kok musti memilih pindah jadi investor? Demikianpun sebagai pegawai atau sebagai pemilik perusahaan maka nggak cukup alasan utk pindah jadi investor kan?
Jadi pindah ke kuadran investor utk mencapai financial freedom bisa jadi hanyalah iming-iming belaka.
Dan bila kita balik ke alasan pertama, akan muncul paradok “Untuk menjadi investor harus punya banyak uang. Tetapi kalau sudah punya banyak duit kenapa pula musti investasi?”
Kapan menikmati hasilnya?
Jadi gimana donk? Ada yg bisa beri penjelasan?
LAPINDO……sesi ke-dua.
Ketika masa awal lumpur panas keluar dari sumur Banjarpanji-1 milik Lapindo, aku pernah meramal (di milis Kampung) bahwa kasus ini bakal mirip dengan krisis yang disebabkan ekonom (banker). Ya…memang saat itu tanpa data, ramalan itu terlalu gegabah. Kini kenyataan sudah bicara, uang pajak rakyat melalui APBN digunakan untuk menanggulangi lumpur haram itu.
Kebebasan Finansial ala Petani
Dambaan terhadap “kebebasan finansial” tidak saja milik orang-orang dari negara maju, tapi juga para eksekutif muda negara kita. Mereka menginginkan kerja yang menghasilkan uang –luarbiasa- banyak dan akhirnya bisa menikmati hasil kekayaannya ketika masih muda. Pergi berlibur nonstop misalnya ke Hawai, pagi jalan santai, sore renang, malam ke kafe. Atau bisa ikut tour ala “Wild On” (dugem dan aksi erotisss).
Suatu impian yg indah nikmat…
Nggagas Dana Pensiun Bagi Para Buruh Sobatku
Bekerja sebagai buruh alias pegawe swasta seperti Cak Bin ini dengan upah yang boleh dibilang pas-pasan memang menyebalkan. Selain ribetnya mengelola masalah kebutuhan sehari-hari jangka pendek, juga masih dipusingkan dgn kekawatiran masa-masa tua kelak. Masa tua atau masa-masa pensiun, dimana kebutuhan hidup masih ‘mengejar-ngejar’ tapi produktivitas tenaker wis menurun. Apalagi kalo nol besar alias nganggur atau sudah di PHK.
Punya uang pensiun….??
Ehm….rasa-rasanya punya pensiun seperti suatu jalinan mimpi yang indah……. Baca entri selengkapnya »