Departemen Pertanian Ngapain aja sih?

April 4, 2007 at 7:51 am (Opini)

Anton Apriyantono dilantik sbg menteri Pertanian pada Kamis 21 Oktober 2004, yg
secara umum mengangkat tiga program pertanian, yaitu : 1) Peningkatan ketahanan
pangan, 2) peningkatan kesejahteraan petani, dan 3) meningkatkan nilai tambah
produk pertanian. Beliau mengatakan Membangun sektor pertanian ke depan berarti
menyejahterakan petani, peternak, pekebun dan petani kecil lainnya. Jadi, tidak
semata-mata peningkatan produksi yang dikejar. Yang lebih penting, peningkatan
pendapatan dan kesejahteraan petani (deptan).

Sampai desember 2006 telah lebih dari 2 tahun Mr Anton menjabat menteri, kita
masih sering mendengar berita ttg ketidakcukupan pangan pada beberapa tempat
sampai ada juga berita busung lapar, banyak kasus kekeringan sawah dan mengalami
puso, bahkan yg paling klasik dan barusan menimpa kita adalah peningkatan
drastis harga beras. Sejauh ini belum tampak janji-janji Mr Anton yg berdampak
pada rakyat Indonesia, malah ada kecenderangan yg berlawanan.

Harga beras yg meningkat disebabkan kelangkaan stock beras, shg kenaikan
harganya tdk dirasakan oleh petani. Sementara petani sendiri repot di dera oleh
sawah yg kekeringan shg di banyak tempat hanya bisa panen sekali setahun, belum
lagi ancaman kenaikan harga pupuk pada musim tanam yang akan datang. Operasi
Pasar kini tidak efektif lagi karena prosedur yg panjang dan memakan waktu
sementara kualitas berasnyapun rendah, shg beberapa tempat memilih tidak
mengajukan OP.

Memang ada peningkatan produk pertanian komersial seperti pembukaan lahan sawit
yg begitu luarbiasa dan juga penambahan sedikit lahan kakao dan karet. Namun
perlu di ingat bhw tarikan utamanya adalah kenaikan harga cpo/cokelat yg
menggiurkan, jadi tanpa kebijakan apapun dari pemerintah, sektor ini akan tetap
tumbuh. Bahkan negeri Jiran pun datang menyerbu tanah2 nusantara. Harga saham
sektor ini juga meloncat-loncat, spt gadis desa dilamar perjaka kota.
Pertumbuhan sektor ini jelas bukan buah karya deptan.

Tak cukup sampai disitu, meski beberapa waktu lalu juga tjd peningkatan harga
gula shg petani tebu bisa tersenyum, namun disisi lain kita mesti sadari bhw
gula juga mengalami kerentanan kecukupan. Impor gula meski tidak seheboh beras
jelas akan dilakukan, bahkan tahun depan diperkirakan Indonesia musti impor
200.000ton dari defisit 500.000 ton (http://www.antara.co.id/seenws/?id=49099).
Entah sisanya mau dicukupi dgn apa.

Sektor peternakan unggas sendiri masih dirundung petaka flu burung, shg harga
komoditasnya pun berfluktuasi tajam. Harga pakan unggas kini juga melambung,
menyebabkan peternak kecil/menengah tak lagi mampu bernafas lega. Sektor
perikanan dgn primadona udang dgn target pasar amrik kini masih kebat-kebit.
Bila tahun kemarin dihajar banjir, kini juga muncul penyakit mematikan pada
udang. Yg lebih jelas lagi, perikanan di sidoarjo bakal turun kena lumpur haram
(hehehe… dadi tukang ramal sedikit).

(Capek ketik juga ye…)
Kemunduran pertanian tak melulu kesalahan pak Menteri Pertanian, mengingat daya
beli dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri secara umum memang telah dipukul
TKO oleh bbm. Jika rajin menilai, pasti hal sama juga akan ditemui pada menteri
lain.
Tahun depan, banyak ekonom memprediksi (baca: berharap) bhw ekonomi Indon bakal
membaik (kemungkinan besar ekonomi Indonesia tahun depan akan didorong oleh
konsumsi). Sayangnya tdk ada yg memprediksi apakah nangsib petani juga turut
membaik.

Di koran Investor daily tgl 22 dec 06 ditulis ttg berbagai hal sektor pertanian dan
kebijakan deptan. Tak banyak yg bisa diserap kecuali bahwa real program Mentan
efektif tahun 2007, sementara sampai tahun ini hanyalah meneruskan program
terdahulu dan masa transisi. Bisa dibayangkan ketika program pertanian
dijalankan maka pemilu kembali menghadang. Alhasil program pertanian yg bertumpu
pada kredit bergulir tanpa agunan itu tidak bisa dipertanyakan keberhasilannya.
Bukan begitu?

Sampai sekarang belum ada sofware yg mampu menemukan cara mengentaskan
kemiskinan yg 60% adalah petani ini…..

Salam,

(Ditulis ulang dari perdebatan di milis kampung-UGM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: