Melangkah Menjadi Investor?

April 26, 2007 at 4:26 am (Investasi dan Saham)

Ada baiknya kita mulai memahami bagaimana melangkah menjadi investor secara benar. Ada banyak pendorong dan seringkali bersifat kasual bagi masing-masing individu. Sebagai misal adanya keinginan menambah pendapatan sampingan, ingin berhenti bekerja pada orang lain dan memanfaatkan asset yang dimiliki, terjebak iming-iming yang menyebabkan menjadi investor dadakan, atau juga sudah menjelang pensiun.
Apa itu investasi dan bagaimana mulai melangkah? Berikut ringkasannya.

Menurut Koetin (1994), investasi adalah penyaluran sumber dana yang ada sekarang dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Dengan menekankan atas ikatan waktu, menurut Tandelilin (2001) investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Harapan akan masa depan yang lebih baik tersebut merupakan imbalan atas komitmen waktu dan usaha yg dilakukan investor saat ini.

Investor pada umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu investor individual (individual/retail investor) dan investor kelembagaan (institusional investor).

Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Proses investasi menunjukkan bagaimana pemodal seharusnya melakukan investasi dalam bentuk sekuritas yaitu kelompok apa yang akan dipilih, perusahan apa, seberapa banyak investasi tersebut, dan kapan investasi tersebut akan dilakukan. Untuk mengambil keputusan itu perlu diambil langkah-langkah sebagai berikut (Husnan, 1998) :

a. Menentukan kebijakan investasi.
Investor perlu menentukan tujuan investasinya, dan berapa banyak investasi tersebut akan dilakukan. Karena jumlah dana yang akan diinvestasikan mempengaruhi keuntungan yang diharapkan dan resiko yang harus ditanggung. Pemodal yang meminjam dana dan menginvestasikan pada efek/sekuritas akan menanggung resiko yang lebih tinggi dibanding menggunakan modal sendiri.

b. Analisis Sekuritas.
Melakukan analisis dan mendeteksi dini terhadap individual atau kelompok efek/sekuritas baik melalui analisis teknikal (menggunakan data perubahan harga lampau untuk memperikirakan harga mendatang) dan analisis fundamental (mendeteksi melalui prospek perusahaan terhadap faktor yang mempengaruhinya untuk memperkirakan harga masa datang).

c. Pembentukan Portofolio.
Portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa porsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko yang ditanggung.

d. Melakukan revisi portofolio.
Tahap ini merupakan pengulangan dari tiga tahap sebelumnya, artinya apabila dirasa perlu melakukan perubahan terhadap portofolio yang dimiliki sekarang tidak lagi optimal.

e. Evaluasi kinerja portofolio.
Investor melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) portofolio baik dari aspek keuntungan yang diperoleh maupun resiko yang ditanggung.

Semoga bermanfaat.
@Iwang.April2007

1 Komentar

  1. Shofwan said,

    Utk investasi yg aman bagi pemula apa aja kiatnya. Trim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: