Adakah “permainan” untuk mendongkrak harga dalam trend tanaman hias?

September 10, 2007 at 10:06 am (Pertanian)

Menggilanya harga tanaman hias yang selagi dalam trend membuat banyak pihak terheran-heran. Lihatlah harga anthurium sampai menyentuh jutaan..!
Dugaan adanya “permainan” dalam trend tanaman hias pun seakan terus mengelinding menyertai setiap kemunculan trend baru tanaman hias. Para penghobi, penjual tanaman hias dan bahkan pengamat tak lagi berbisik-bisik, tetapi telah terang-terangan bicara dugaan permainan trend pada tanaman hias. Tapi kenapa kejadian itu berulang dan tak ada reaksi berlawanan dari pasar tanaman hias?

Ya, persis teori. Harga yang melangit memang disebabkan permintaan yang tinggi terhadap tanaman hias yang lagi trend. Dan dengan berjalannya waktu ‘harga jual’ tanaman hias ini akan terus menurun. Lihat apa yang terjadi pada harga-harga tanaman adenium, ephorbia dan aglaonema. Terus menurun dan menurun.

Dalam hal meningkatnya permintaan ini jelas peran media masa sangat penting. Padahal kini media dengan fokus pertanian sudah bejibun. Kemunculan “barang baru’ pastilah akan ramai di media. Tak ayal dugaan ‘kongkalingkong’ antara media dan supplier tanaman hias ini muncul. Tak ada jawaban pasti, bisa iya bisa tidak. Tapi ciri media yang perlu diingat sebagai penangkis alami dugaan kongkalikong adalah media tidak akan menayangkan ‘barang basi’…!

Lantas bagaimana reaksi pasar?
Pasar jelas terseret arus bila memang ada ‘nilai ekonomi’ dibalik kemunculan tanaman hias baru tersebut. Para penjual menuai keuntungan yang ‘tidak sedikit’, penghobi juga martabatnya terangkat dengan koleksi yang muahaal itu, petani juga untung, dan bisa bikin penonton kagum….
Jadi menilik rantai ekonomis ini, sampai kapanpun pasar akan ikhlas bahkan berharap agar terus bermunculan ‘barang-barang’ baru.

Seberapa lama tanaman hias itu mampu nge-trend?
Ini susyah diprediksi. Tentu saja karena memang tidak ada data dan lebih penting lagi …tanaman hias selalu berkaitan dengan ‘emosi’. Namun demikian ada karakteristik yang bisa dipakai sebagai acuan umum, yakni tanaman hias akan bertahan dalam trend relatif lama. Kenapa?
Karena berbeda dengan barang pabrikan, hasil produksi pertanian tetap berkaitan dengan siklus hidup tanaman. Dus bila minat penghobi sangat besar dan tenggang waktu tanaman relatif lama, bisa dipastikan harga bakal melejit dahulu dan terus menurun seirama turunnya minat dan semakin besarnya tingkat produksi petani/penghobi.

Lantas bagaimana menyikapi? Enaknya beli apa enggak?
Ya tergantung ente sendiri lah, mosok tanya orang lain…hehehe..
Paling tidak ada beberapa sikap akan terbentuk secara alami, atas fenomena tanaman hias.
Pertama ikutan memburu tanaman hias dan menikmati kepuasan bermartabat, bagi pemilik capital dan punya sangat hobi.
Kedua menunggu sampai harga turun dulu, bagi peminat tapi eman-eman duit.
Ketiga terus menunggu sampai jadi harga pasaran(semakin murah), bagi peminat yang modal cekak tapi ber alasan ilmu ekonomi hihihhaha…(rak sah tersinggung, iki contone aku dhewe…)
Keempat, tetap jadi penonton.

3 Komentar

  1. tabloidgallery said,

    Salam,
    Permainan harga memang seringkali dianggap kolusi. Parahnya media juga kerap dilibatkan akan hal ini. Ironisnya juga, para pemilik nursery ini saling sok suci, dengan mengolok-olok pemilik nursery lain. Wajar memang sebab inilah persaingan.

    Media memang selalu menjadi barometer sebuah Industri, entah itu teknologi, tanaman hias ataupun Industri lainnya. Dalam negara kita, Pers merupakan pilar kelima. artinya baik buruknya negara ini, bergantung dari media yang berkecamuk didalam-nya. Maju terus Florikultura Nasional

    salam

    tabloid gallery

  2. iwang said,

    Kaitan antara media dan pengusaha agro bisa berujung tuduhan negatif, namun demikian hal itu hal wajar. Dan yang lebih penting lagi bahwa geliat agro bisnis ini bisa menyentuh segala lapisan masyarakat.. Semua untung-semua senang.

    Semoga agrobisnis Indonesia terus berkembang

  3. mala said,

    sangat bagus bagi orang yang ingin memulai usaha di bidang pertanian.
    tapi apakah ada perkumpulan orang2 yang menyukai bidang landscape???
    kalau ada dimana??
    mohon jawabanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: