Benarkah Black Monday (22 Oct 2007) Landa BEJ?

Oktober 24, 2007 at 5:02 am (Investasi dan Saham)

Kemarin Senin 22 Oct 07, lagi-lagi aku melihat paniknya investor saham sembari menyebut nama black Monday. Ya… menurut catatanku, ini kali kedua si black Monday itu muncul. Dan kali ini aku ikutan pucat dibuatnya, ngalamat nyangkut deh sahamku hik..hik…

Peristiwa “Black Monday” sejatinya muncul di Amerika Serikat pada tanggal 19 Oktober 1987. Pada hari itu indeks bursa Dow Jones turun 508 poin (22,6 persen), inflasi melesat tinggi, dan pertumbuhan ekonomi AS menjadi terseok. Akibatnya chairman The Fed (bank sentral AS), Paul Volcker musti mundur dari kursi empuknya untuk digantikan oleh Alan Greenspan, yang sesungguhnya adalah orang dari Partai Republik tunjukkan dari Presiden Ronald Reagan.
Tetapi hebatnya, di tangan si Greenspan ini kinerja perekonomian cepat membaik bahkan terus membaik sehingga turut melanggengkan posisi si Greenspan sampai Presiden George Bush junior.

Kata ‘Black Monday’ pertama kali didengungkan oleh investor Indonesia pada Senin 15/5/2006. Hari itu, indeks terpangkas hingga 96,238 poin (6,307 persen) ke level 1.429,542, menurut media hal ini merupakan rekor penurunan terburuk dalam sejarah bursa efek Indonesia. Rekor sebelumnya terjadi Selasa, 8 Mei 1999, saat indeks melemah 74 poin (12 persen) karena krisis ekonomi melanda Indonesia. Dipicu kepanikan melihat pelemahan rupiah hari itu, aksi jual saham-saham unggulan menggoyang lantai bursa. Pada penutupan Senin sore, rupiah melemah 437 poin ke level 9.165 per dolar AS. Para analis juga menilai, kenaikan tajam sepekan sebelumnya, terutama 11 Mei saat indeks tembus level psikologis 1.550, tidak sesuai dengan kondisi fundamental.

Kali kedua, kata Black Monday kembali menggentarkan investor saham BEJ pada Senin lalu 22/10/07. Kali ini dipicu rontoknya Dow Jones pada hari Jum’at sebelumnya. Kondisi ini terutama dipicu oleh faktor eksternal seperti kembali mencuatnya dampak subprime mortgage yang belum selesai, adanya carry trade dan tingginya harga minyak dunia yang menembus USD90 per barel.

Pada perdagangan Jumat kemarin indeks Dow Jones rata-rata akhir pekan turun 571,06 poin atau 4,05 persen, ke posisi 13.522,02. Indeks S&P500 juga ditutup melemah 61,17 atau 3,92 persen ke posisi 1.500,63. Demikian juga indeks composite Nasdaq ditutup turun 80,52.atau 2,87 persen ke 2.725,16.

Nasib Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak beda dengan bursa lainnya baik yang ada di AS, Eropa maupun Asia. Pada penutupan perdagangan saham Senin (22/10/2007), IHSG terperosok hingga 110,541 poin (4,31%) ke level 2.453,211. Indeks LQ-45 turun 27,297 poin (4,92%) ke posisi 527,777 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 21,626 poin (4,82%) ke level 427,000.

Tapi sebagai pereda spot jantung, hari selasa IHSG juga naik tajam plus 100 poin sehingga ditutup di 2553. Weleh-weleh…roller coaster menuju kemana?

Wis segitu dulu, capek ketiknya. Turut berdoa semoga cepat sembuh dan tidak menjalar menjadi Black October… iihhh sereem deh…

1 Komentar

  1. seno said,

    Mas, Januari kemaren ada black januari tu…
    Sampai segitu takut nya sama berita resesi amrik, ya….

    Kira-kira bakalan balik ke harga sebelum ‘takut’ itu ndak ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: